Kipas angin biasa pada umunya tidaklah memiliki pengaturan suhu, seperti layaknya Air Conditioner. Pada umumnya hanya terdapat speedcontrol, padahal penguunaan kipas angin pada keseharian seperti di ruangan tempat tidur sangat dibutuhkan otomasi berdasarkan suhu, karna mengapa? karena ketika sore dan larut malam akan berbeda suhunya dan tidak baik apabila terpapar kipas terus menerus dengan suhu yang semakin rendah, olehkarenannya berikut adalah solusi kecil untuk mengatasi masalahh tersebut, hanyasaja mengganti Relay untuk sebagai saklar pengganti di kipas Anda maka kipas dapat bekerja berdasarkan suhu yang tertera dan dapat diatur menlalui 3 push button Menu, UP, DOWN. Menu untuk memilih set suhu ON maupun OFF, UP untuk menambah suhu, Down untuk mengurangi suhu kemudian displaynya dapat dilihat di LCD.

Note : Intel Gallileo dapat diganti dengan mikrokontroller seperti Arduino Uno, Genuino 101, Arduino Mega, dll


Listing Program ::

#include <LiquidCrystal.h>
LiquidCrystal lcd(1,2,4,5,6,7);
int p=13;
int u=12;
int d=11;
const int relay=8;
int a,b,c,e;
float suhuOn=30;
float suhuOff=29;
float vin =0;
float temp=0;
int pilih=0, up=0, down=0;
void setup() {
  lcd.begin(16,2);
  pinMode(relay, OUTPUT);
  pinMode(pilih, INPUT);
  pinMode(up, INPUT);
  pinMode(down, INPUT);
}
void loop() {
    up=digitalRead(u);
    down=digitalRead(d);
    pilih=digitalRead(p);
    if(pilih==HIGH && a==0){
      //suhu ON
      a=1;
      delay(10);   
      }
   
     else if(pilih==HIGH && a==1){
      //suhu OFF
      a=0;
      delay(10);
      }

      if(a==0){
        if(up==HIGH){
          suhuOn++;
          }
       
         else if(down==HIGH){
          suhuOn--;
          }
          lcd.setCursor(0,1);
          lcd.print("set Suhu On : ");
          lcd.print(suhuOn);
        }

       else if(a==1){
        if(up==HIGH){
          suhuOff++;
          }
       
         else if(down==HIGH){
          suhuOff--;
          }
          lcd.setCursor(0,1);
          lcd.print("set Suhu Off :");
          lcd.print(suhuOff);
        }
vin=analogRead(A0);
temp=(500*vin)/1023;
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Temp: ");
lcd.print(temp);
  if(temp>=suhuOn){
    lcd.setCursor(12,0);
    lcd.print(" ON ");
    digitalWrite(relay,HIGH);
    delay(400); 
    }
  else if(temp<=suhuOff){
    lcd.setCursor(12,0);
    lcd.print(" OFF");
    digitalWrite(relay,LOW);
    delay(400);
    }
}

Sobat teknotd, mungkin ada bbrpa alasan kenapa menggunakan Android sebagai presenter, ada yang bilang karena presenter remote yang canggih mahal harganya, presenter remote bikin ribet harus bawa alatnya kalo misal urgent dan tertinggal bisa gawat. Selain itu sepertinya menjadi lebih ringkas apabila menggunakan android yang notabene kita pakai sehari2 dan minim untuk terjadinya kasus tertinggal.
Yap, semuanya benar, hanya dengan subuah perangkat hp android saja sudah bisa dijadikan presenter remote canggih bahkan sekelas remote presenter yang harganya bisa 300rban lebih, wow juga kan... Caranya cukup simple hanya kita menginstall aplikasi remote presenter yang dapat diunduh dari playstore, dan keren nya itu gratis sob... Tapi ingat, aplikasi presenter tersebut harus kita install di kedua gadget kita, jadi aturan kita downloadnya 2 buah, satu untuk android kita (dari playstore) dan satunya untuk laptop kita (pc version sebagai host).  Dan requirements lainnya adalah laptop sobat ada bluetoothnya, sebenarnya bisa pake wifi juga, cman kadang suka lama apl ketika mencari host pc nya, koneknya lebih cepet ketika pakai bluetooth. Nah itu dia... Untuk aplikasinya admin sarankan ada 2 aplikasi yang sangat rekomended deh...
1. ASUS REMOTE LINK
Meski hp kalian bukan asus tapi apl ini bisa digunakan di semua brand hp yg penting android ya sob, untuk tutorialnya akan ada d postingan akan datang sob.. Banyak fungsinya untuk ppt, media player, hingga kerja multigesture mouse juga bisa, sampai ada remote shutdown, sleep, hibernate, dll
2. AndroMouse
Jadi dengan ini hpkita fungsi kyk touchpad gitu, sangat membantu sekali tentunya. Juga ada mode untuk keyboard.
Ya mungkin demikian untuk informasi ini semoga bermanfaat.
Sobat Teknotd, mungkin pernah dialami kondisi dimana smartphone android kita berhasil terkoneksi ke wifi dg login akun, sedangkan untuk laptop kita tidak bisa login dg username dan password yang sama karena sudah dipakai di smartphone android. Namun, saya menghendaki kedua gadget saya baik itu laptop maupun smartphone harus terkoneksi ke internet semuanya.
Beberapa hp terbaru sudah support AP Repeater android namun untuk tipe tipe yang lam belum support untuk repeater. Jadi kondisi smartphone terkoneksi ke internet via wifi dan kemudian koneksi internet itu akan dibagikan lagi ke gadget yang lain, untuk smartphone yang sudah support ap repeater tentu itu suatu hal yang sangat mudah. Namun, untuk yang belum support bisa menggunakan fitur usb Tethering.
Jadi istilahnya kalo biasanya usb tethering itu sumber internetnya adalah paket data tapi ini sumber internetnya adalah wifi. Mudah caranya, pertama pastikan hp anda terkoneksi ke wifi, kemudian buka menu setting dan usb tethering diONkan.. Sebelumnya pastikan hp terkoneksi dulu dg pc via usb cable ya sob....
Oke, demikian tutorial singkat ini semoga bermanfaat...
Baik, pada postingan kali ini saya akan sedikit berbagi informasi tentang compare suatu perangkat wireless. Dan itu jelas namanya wireless adalah sebuah jaringan Nirkabel yang berupa gelombang berwujud Goib tidak bisa dilihat maupun dirasakan, sungguh sangat rumit bila dipikirkan dan bagaimana-bagaimannya, wkwk..
Jadi yang akan admin kompare disini adalah 2 product Ubiquity sebagai access point, 
memang mungkin beranggapan ini tidak fair, karena power bullet 2 hanya 100mW dan power Air Grid M2HP itu 630mW. Oke agar lebih enak kita lihat spesifikasinya sebagai berikut.

Bullet 2
Atheros MIPS 4KC, 180MHz 
RAM 16MB SDRAM
4MB Flash
Tx Power : 100mW
LAN 10/100Mbps
Test menggunakan : Grid TpLink 2,4Ghz

AirGid M2HP
Atheros MIPS 74Kc, 560 MHz 
RAM 64 MB DDR2, 
8 MB Flash 
Tx Power : 630mW
LAN 10/100Mbps
Gain Antena 20dbi

tentu dari deskripsi diatas keduanya sama" 2,4Ghz,, itu jelass lah,,, kemudian untuk parameter lain seperti tinggi antena kemudian POE dan Panjang Kabel LAN semuannya sama. Dan untuk modenya keduanya akan di test menggunakan station. Lawan AccessPointnya menggunakan Omni TPLink 15Dbi.
Oke, langsung saja untuk hasil test nya., mungkin untuk secara spesifikasi jelas akan lebih unggul AirGrid apalagi dilihat dari segi power, prosessor, ram jelas lebih unggul, namun untuk Antena gainnya mungkin airgrid mengalah dan lebih unggul grid tplink yang dipasangkan bullet 2. Awalnya mengira, ketika kita uji dan test itu akan jauh unggul di AirGrid. tapiii kenapa oh kenapa,, ketika saya test,, Bullet 2 + Grid-Tplink lebih unggul... sinyal yang didapatkan 60db kemudian CCQ 95-100% dan koneksi stabil. Sedangkan AirGrid M2HP hanya mendapati sinyal 76b dan itupun sangat jatuh ketika hujan deras. kemudian untuk CCQ pun tidaklah stabil, hanya sekitar 60-80% saja dan naik turun, Alhasil koneksi tidaklah stabil pada AirGrid M2HP. Uji coba ini sudah diulangi untuk pointing tetapi tetap sama saja hasilnya tetap lebih unggul Bullet 2.
Kemudian, tadi adalah untuk sisi penerimaan, kalo untuk sisi Omni Tplink memang sinyal yang diterima lebih tinggi pada saat menggunakan AirGrid M2HP. namun selisihnya tidaklah begitu selisih banyak, hanya sekitar 2-8db saja..
Untuk sekedar pengetahuan saya, sebenarnya yang terpenting bukan hanya signal level tapi CCQ untuk saat ini perlu sangat untuk diperhatikan, juga akan percumah apabila signal bagus tapi CCQ lemah, CCQ itu seperti kualitas koneksi antara kedua perangkat. jadi sinyal bagus kemudian CCQ lebah yaa itu tadi malah koneksi bikin ancur karena transimi wireless tidak berjalan dengan baik.
Mungkin Demikian, untuk compare pada postingan ini semoga bermanfaat

Kejadian seperti ini sering kita temui pada perangkat wireless merk Ubiquiti, sebenarnya banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Padahal lan sudah di setting Auto 10/100 Mbps, trus kemudian kok tiba" suatu hari berubah jadi 10Mbps?
Nah dari hal ini, saya akan berbagi sedikit pengalaman saya,

KASUS 1
Suatu hari perangkat Ubnt saya jadi 10Mbps, dan kemudian gak bisa akses apa2, web config pun juga gak bisa, kemudian saya reboot berulang kali baru bisa akhirnya bisa masuk ke web config nya, dan tara, ternyata lan juga berubah 100Mbps. Saya kira masalah sampai hanya disitu, kemudian saya tinggal bberapa hari dan ternyata kejadian serupa kembali terjadi LAN 10Mbps dan Web Config tidak bisa di akses. dan saya hanya melakukkan hal seperti yang pertamakali saya lakukkan, dan berhasil, berulangkali seperti itu, tetapi lama kelamaan semakin sulit untuk normal. Dan akhirnya saya bawa ke tempat service.

KASUS 2
Karena akibat dari kasus 1 AP dibawa ke tempat service, saya mengganti dengan AP lain yang sejenis untuk menggantikan AP selagi di service. Ternyata tidak sampai 2 bulan kejadian serupa terjadi lagi. Dan memiliki kasus yang mirip dengan kasus 1. Lan 10Mbps dan tidak bisa diakses ke web config nya. Awalnya saya menduga karena saya tidak menggunakan POE Ori, dan pada saat kasus ke 2 ini terjadi saya menggunakan POE Ori dan ternyata hal tersebut masih saja terjadi. Setelah mengetahui hal tersebut ternyata disebabkan oleh rusaknya IC Lan yang pada akhirnya disebabkan oleh tegangan listrik tidak stabil atau adanya arus kejut seperti petir, induksi petir,dsb. Selanjutnya saya enggan untuk menservis kan perangkat itu, tapi saya menggantinya dengan yang baru dan memperbaiki instalasi listrik dan menambahkan Grounding(karna sebelumnya belum grounding). Alhasil.Sampai sekarang masih aman-aman saja.

KASUS 3
Tidak ada hujan maupun angin ribut atau lainnya. Tiba2 Radio Access Point saya yang berperan sebagai backbone menggunakan UBNT juga tiba-tiba berubah menjadi 10Mbps. Awalnya saya kira bakalan seperti kasus-kasus sebelumnya tapi ternyata tidak, web config pun masih bisa di akses koneksi dan ping masih berjalan normal. Setelah menuju ke TKP dan saya cek, masalahnya jatuh pada Konektor, saya ganti konektor RJ45 dan normal, namun setelah selang satu hari dan parahnya kumat lagi, setelah itu saya akhirnya melakukkan test ke Radio UBNT dan gak masalah (normal). Akhirnya memutuskan untuk ganti Kabel dan Alhasil, setelah kabel diganti semuannya kembali normal seperti sediakala.

Dari kasus 1, 2 dan 3 dapat disimpulkan bahwa, apabila terjadi Lan 10 Mbps maka hal yang dapat dilakukkan untuk pertama kali adalah

  1. Cek konektor RJ45, saya sarankan gunakan konektor Ori seperti brand A*P, karna walaupun sepele untuk jangka panjang ternyata sangat berpengaruh bro...
  2. Cek kabel ke Access Point, untuk hal ini bisa gunakan Lan Tester dari bawah ke atas tower, atau langsung gunakan kabel baru untuk sekedar test atau bawa turun AP dari tower dan cek menggunakan kabel pendek sekedar untuk test apabila normal dan point 1 jelas bukan masalahnya berarti sudah jelas kabelnya. Saran saja, untuk jangka panjang apabila kabelnya pengen lebih awet gunakan kabel jenis STP, apabilagi ToughCable dari ubnt akan lebih awet
  3. Cek Access Point, langkah ini tentu sudah dilakukkan pada nomor 2. Jika aksespoinnya yang kena maka mau tidak mau harus dibawa ke tukang service atau bila masih garansi silahkan garansikan dimana tempat anda membeli sebelumnya. Dapat dimungkinkan terkena pada IC Lan nya.
  4. Saran saya juga perbaiki instalasi listrik termasuk gunakanlah grounding agar lebih safety pada perangkat wireless anda!
Halo sobat, kali ini TTD akan membahas, Kenapa Ubiquity Bullet 2 (Old Version) mengalami Freeze atau web confignya sulit diakses (bisa tapi lamaa) kemudian juga throughput menurun padahal sinyal sangat bagus. Hal ini menuai banyak rasa penasaran ketika saya mengalami hal serupa, setelah berbagai eksperimen saya lakukkan akhirnya menemukan solusinya untuk masalah ini. Berikut ini yang harus dilakukkan serta kemungkinan kenapa bisa terjadi hal tersebut.

.:: [1] Periksa kondisi kabel UTP anda
Biasanya jika kabel sudah lama bisa terjadinya perambatan air melalui kabel UTP tersebut, mungkin diakibatkan oleh terkelupasnya karet pembungkus kabel UTP. Olehkarenannya air masuk ke konektor dan mengganggu konektifitas hingga turunnya Throughput selain itu juga membuat POE terjadi hubungsingkat oleh air dan AP tidak bekerja. Sarannya, gunmakanlah kabel STP khusus untuk outdoor meski agak mahal tapi setidaknya akan jauh berkualitas. Jika belum memungkinkan Upgrade ke STP maka ketika crimping UTP usahakan karet tidak sampai masuk ke Konektor RJ45 dan POE diposisikan supaya konektor RJ45 menghadap keatas, sehingga dengan ini Air tidak akan merambat sampai ke konektor

,:: [2] Upgrade Firmware
Kemungkinan lainnya adalah terdapatnya bug yang disebabkan oleh firmware bawaan, biasanya akan diadakan update untuk mengatasi bug-bug tersebut.

:: [3] Gunakan POE yang Bagus (kalo bisa ORI)
POE merupakan hal paling penting untuk mengsupply daya ke Access Point olehkarenanya perludiperhatrikan juga dan direkomendasikan untuk ubiquiti juga menggunakan POE ori Ubiquiti. Jika tidak pastikan POE anda benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan yang tentunya tegangan yang dihasilkan STABIL. Saat hujan terkadang listrik PLN tidak stabil untuk daerah tertentu, terkadang hal ini bisa mengganggu kinerja akses poin anda, olehkarenanya POE berkualitas tinggi saat direkomendasikan.

.:: [4] Matikan mode "Noise Immunity"
Noise immunity terkadang membuat radio freeze dan througput menurun saat tiba2 hujan lebat namun jika radio direstart akan normal kembali bahkan saat hujan lebat sekalipun, sebenarnya bisa normal kembali tanpa direstart tapi butuh waktu untuk menunggunya. Jika fitur ini dinonaktifkan maka saat tiba2 hujan lebat Radio tetap aman dan tidak terjadi freeze maupun penurunan throughput.

Hai gaes, pada postingan kali ini admin TTD akan membahas tentang firmware Ubiquity khususnya pada produk legendaris Ubi yaitu Bullet 2. Sebelumnya untuk spesifikasi bullet 2 diantaranya bekerja pada 2,4Ghz dengan tx power 100mW bisa dibilang sudah lumayan lah apabila digandengkan dengan Grid apalagi meruapakan produk besutan Ubi pasti handalnya gaes...

Kemudian hal yang menarik disini nih adalah masalah firmware sebelum tahun 2015 masih mendapatkan update firmware terbaru dan update terakhir adalah tahun 2015 entah mau ada update lagi atau tidak mimin kurang tahu ya... sepertinya sih ubi sudah tidak akan mengupdate untuk produk ini lagi karena sepanjang 2016 hingga 2017 ketika postingan ini dibuat tidak ada update untuk produk tersebut. Lalu, pada update versi 4.0.3 hingga versi 4.0.4 ternyata gaes parahnya terdapat beberapa bug yang mungkin anda temui, salahsatunya display throughput monitor lan dan wireless yang gak mau tampil... untuk bug-bug lainnya belum mimin cermati, dan perlu diketahui padahal pada versi 4.0.2 sebelumnya hal tersebut masih berjalan dengan normal.

Latar belakang dibuatnya postingan ini sebenarnya mimin mau berbagi nih firmware versi 4.0.2 jadi apabila setelah update ke 4.0.3 maupun 4.0.4 mengalami bug tersebut dan ingin kembali ke versi sebelumnya agar bug nya hilang silahkan download pada link berikut... btw, file untuk firmware versi ini juga saat ini menjadi langka untuk ditemukan melalui search engine, ya mungkin ini produk lama dan legendari itulah,,, di website resminya pun hanya menyediakan versi terbarunya, untuk versi sebelum-sebelumnya tidak ditampilkan pada halaman download di website mereka.

Download Firmware Bullet 2 v4.0.2