Baiklah, disini akan sedikit saya ulas tentang cara koneknya. Tetapi dengan asumsi kalian sudah pernah konek pada device yang sama (akun login terdaftar dengan benar di myIndihome) atau jika anda dualboot laptopnya sebelumnya sudah dapat terkoneksi dengan baik pada OS Windows misalnya. Bedanya kalo di windows kita cman ngisi 2 form aja, dan gak ribet. Kenapa? karna udah automatically. Kalo dilinux bedanya banyak form dan selection form yag harus diisi. Berikut tahapannya untuk OS Linux:

.::[1]. Perlu kalian prepare adalah username dan password login seamless nya
           username : 1656xxxxxxx@wifi.id
           password : **********


.::[2]. Langsung konek ke seamless aja, ntar akan muncul dialox box yang untuk diminta ngisi

.::[3]. Isi dialox box sebagai berikut
Security -> WPA & WPA Enterprise         
Auth. -> Tunneled TLS         
Anonymous identity  -> username 
CA. Cert -> No CA Cert Required 
Inner Auth. -> MSCHAPv2          
Username -> Username         Password  -> Password

         

.::[4]. Abis itu tekan connect dan seharusnya sudah bisa terkoneksi


.:: TIPS BEDA MAC ADDRESS KONEK SEAMLESS
Jika kalian menggunakan akun beda mac address di linux tak perlu gunakan mac changer... kalian cukup edit connection dg terminal (ctrl + alt + T) bisa kalian run
sudo nm-connection-editor
kemudian kalian edit (klik double aja) seamless@wifi.id dan isi clone MAC sesuai pada seamless app myIndihome. Silahkan save dan coba konek kembali
Jadi gini sob, suatu saat kalian pasti install namanya aplikasi kan di linux gitu, dg cli "sudo apt install blablabla" nah saat mau remove biasanya kita jalankan tuh "sudo apt remove blablabla", kita asumsikan blablabla itu adalah nama package, lalu gimans jika lupa nama package itu, apalagi klo installnya lewat GUI Ubuntu software? Nah, ini nih gw ada tips nya,, ikutin deh gengs...


#0. Update duls repo kalian gengs
sudo apt update

#1. Install package synaptic
sudo apt install synaptic

#2. Jalankan aplikasinya, harus pke "sudo" ya
sudo synaptic

#3. Nah ini dia tampilan apps nya, kalian dapat search disini, jadi dengan mudah tau nama lengkap doi aplikasi/packagenya gengs....


Yaps, demikian postingan kali ini gengs, semoga bermanfaat..

Saat dualboot tak dipungkiri kita akan menggunakan fasilitas booting pada Linux untuk proses switching dari linux ke windows atau sebaliknya yang disebut dengan Grub. Kendati demikian tentu diantara operating sistem tersebut tentunya ada yng lebih dominan digunakan. Secara bawaan urutan tertinggi dalam Grub adalah linux ubuntu. Lalu bagaimana apabila kita lebih sering menggunakan windows katimbang ubuntu dan ketika urutan tersebut tidak kita ubah dan kita menghidupkan komputer begitu saja kemudian kita tinggalkan maka akan booting ke ubuntu secara otomatis. Maka, untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam tutorial ini akan membahas cara mengubah urutan dalam grub.

#0. Buka explorer(root) via terminal
sudo nautilus





#1. Buka direktori "/boot/grub" dan edit file "grub.cfg" dengan text editor  (tinggal klik double aja)



#2. Cari Block bagian windows (BEGIN hingga END) dan pindahkan dibawah "debian theme"


#3. Save file ini dan Selesai

Berikut Perubahannya

Before

After





Lengkap dan jelasnya bisa kita simak video berikut ini:

Pada tutorial sebelumnya membahas agar pada saat dualboot clock tidak berubah ketika kita berganti OS. Dan pada tutorial sebelumnya pula telah dilakukkan pengubahan pada sisi windows. Kini ada pilihan lain, disamping Anda dapat merupakan modifikasi di sisi windows, Anda juga dapat melakukkan perubahan di sisi LinuxOS nya. Namun, silahkan pilih salah satu saja. Pada dasarnya sistem clock secara bawaan/DEFAULT akan seperti berikut

"Windows Time = Bios Clock"

"Linux Time = Bios Clock+UTC"

maka kita akan ubah menjadi setara

"Windows Time = Bios Clock"

"Linux Time = Bios Clock+UTC"


silahkan lakukkan perintah berikut melalui terminal linux anda

sudo hwclock -w
sudo hwclock --systohc

Demikian tutorial ini semoga bermanfaat
Bagi yang suka dualboot, untuk segala kepentingan antara windows dan ubuntu. Tentunya swicth OS antara keduanya sering kali kita lakukkan. Dengan asumsi kita masih sering menggunakan windows untuk mengerjakan multimedia(desain, edit video, dll) dan ubuntu untuk mengerjakan proyek coding. Dualboot tentunya menjadi solusi yang tepat daripada harus membawa 2 pc sekaligus.
Namun, bila kita cermati ada yang janggal saat kita usai menggunakan linux dan swicth ke windows. Mungkin rekanan sekalian disini sudah sangat familiar, bagi beberapa orang menganggapnya biasa, masa bodo, gak penting, dll. Bagi seorang yang jeli dan teliti memahami betapa pentingnya data itu dipekerjaan mereka maka akan menjadi hal yang menjengkelkan. Nah, jadi hal tersebut adalah system time.
Di linux setelah sinkron ke internet waktu akan menunjukkan pukul yg sebenarnya, anggap misal pukul 12.00 namun, jika swicth di windows jadi pukul 05.00. hmm, menjengkelkan bukan, wkwk. jadi setelah mimin cari tahu

Windows time = bios

Linux time = bios + UTC

maka agar keduanya jadi sama tentunya kita ubah salahsatu, disini biar mudah akan kita rubah di sisi windows melalui regedit, sehingga harapannya menjadi

Windows time = bios + UTC

Linux time = bios + UTC


#1. Buka RUN dan ketik regedit lalu tekan enter

#2. masuk ke direktori HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\TimeZoneInformation

#3.Buat register baru. klik kanan diarea bebas lalu NEW > DWORD (32bit) lalu diberikan nama RealTimeIsUniversal lalu tekan enter

#4. klik double register yang barusaja dibuat dan berikan value bernilai 1. lalu klik OK

#5. Oke. Reboot komputer kalian dan selesai.



Jika sobat sering mengalami error pada Arduino IDE alangkah baiknya melakukkan full unistall. Lalu, full unistall melalui control panel apakah sudah cukup? Jawabnya tentu saja belum. Kalian perlu menghapus beberapa direktori tempat file lib dan board arduino ide tersimpan.

Selain mendelete pada control panel, perlu dilakukkan delete pada direktori berikut:

On Mac OS X:
/Users/(username)/Library/Arduino15

On Windows:
Arduino IDE 1.6.5r5 and previous:
C:\Users\(username)\AppData\Roaming\Arduino15
Arduino IDE 1.6.6 and later:
C:\Users\(username)\AppData\Local\Arduino15

On Linux:
/home/(username)/.arduino15    (a.k.a. ~/.arduino15)


dengan demikian secara keseluruhan, arduino ide sudah benar2 teruninstall. Anda dapat menginstallnya kembali dan benar2 fress.

Terkadang kita jengkel terhadap ulah virus atau teman kita yang mencoba hidden file atau folder. Sebenarnya filehidden sangat mudah dikembalikan kalo kita scan di smadav. Tapi itu berlaku jika hidden folder yang terdapat pada flashdisk. Lalu bagaimana jika terdapat pada partisi atau hdd external Anda? misalnya anda hendak mengotak atik sistem, tentu butuh jalan pintas yang mudah untuk membuka file hidden tersebut. Nah, berikut adalah caranya..
Untuk windows 10 dapat ikuti langkah berikut, windows yang lainnya menyesuaikan..

#1 - Pada Explorer. klik "File", Lalu "Options"
     


#2 -  Pada setting "Folder Options" Klik tap View
      

#3 - Sesuaikan Hidden Files and Folder menjadi sesuai gambar berikut, kemudian klik Apply dan OK.
     



Oke kini Anda dapat melihat file hidden, Contohnya pada C:/ terdapat folder yang iconnya samar-samar. ProgramData misalnya, itu trermasuk folder terhidden yang kini terlihat