Saat dualboot tak dipungkiri kita akan menggunakan fasilitas booting pada Linux untuk proses switching dari linux ke windows atau sebaliknya yang disebut dengan Grub. Kendati demikian tentu diantara operating sistem tersebut tentunya ada yng lebih dominan digunakan. Secara bawaan urutan tertinggi dalam Grub adalah linux ubuntu. Lalu bagaimana apabila kita lebih sering menggunakan windows katimbang ubuntu dan ketika urutan tersebut tidak kita ubah dan kita menghidupkan komputer begitu saja kemudian kita tinggalkan maka akan booting ke ubuntu secara otomatis. Maka, untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam tutorial ini akan membahas cara mengubah urutan dalam grub.

#0. Buka explorer(root) via terminal
sudo nautilus





#1. Buka direktori "/boot/grub" dan edit file "grub.cfg" dengan text editor  (tinggal klik double aja)



#2. Cari Block bagian windows (BEGIN hingga END) dan pindahkan dibawah "debian theme"


#3. Save file ini dan Selesai

Berikut Perubahannya

Before

After

Pada tutorial sebelumnya membahas agar pada saat dualboot clock tidak berubah ketika kita berganti OS. Dan pada tutorial sebelumnya pula telah dilakukkan pengubahan pada sisi windows. Kini ada pilihan lain, disamping Anda dapat merupakan modifikasi di sisi windows, Anda juga dapat melakukkan perubahan di sisi LinuxOS nya. Namun, silahkan pilih salah satu saja. Pada dasarnya sistem clock secara bawaan/DEFAULT akan seperti berikut

"Windows Time = Bios Clock"

"Linux Time = Bios Clock+UTC"

maka kita akan ubah menjadi setara

"Windows Time = Bios Clock"

"Linux Time = Bios Clock+UTC"


silahkan lakukkan perintah berikut melalui terminal linux anda

sudo hwclock --show
sudo hwclock --systohc

Demikian tutorial ini semoga bermanfaat
Bagi yang suka dualboot, untuk segala kepentingan antara windows dan ubuntu. Tentunya swicth OS antara keduanya sering kali kita lakukkan. Dengan asumsi kita masih sering menggunakan windows untuk mengerjakan multimedia(desain, edit video, dll) dan ubuntu untuk mengerjakan proyek coding. Dualboot tentunya menjadi solusi yang tepat daripada harus membawa 2 pc sekaligus.
Namun, bila kita cermati ada yang janggal saat kita usai menggunakan linux dan swicth ke windows. Mungkin rekanan sekalian disini sudah sangat familiar, bagi beberapa orang menganggapnya biasa, masa bodo, gak penting, dll. Bagi seorang yang jeli dan teliti memahami betapa pentingnya data itu dipekerjaan mereka maka akan menjadi hal yang menjengkelkan. Nah, jadi hal tersebut adalah system time.
Di linux setelah sinkron ke internet waktu akan menunjukkan pukul yg sebenarnya, anggap misal pukul 12.00 namun, jika swicth di windows jadi pukul 05.00. hmm, menjengkelkan bukan, wkwk. jadi setelah mimin cari tahu

Windows time = bios

Linux time = bios + UTC

maka agar keduanya jadi sama tentunya kita ubah salahsatu, disini biar mudah akan kita rubah di sisi windows melalui regedit, sehingga harapannya menjadi

Windows time = bios + UTC

Linux time = bios + UTC


#1. Buka RUN dan ketik regedit lalu tekan enter

#2. masuk ke direktori HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\TimeZoneInformation

#3.Buat register baru. klik kanan diarea bebas lalu NEW > DWORD (32bit) lalu diberikan nama RealTimeIsUniversal lalu tekan enter

#4. klik double register yang barusaja dibuat dan berikan value bernilai 1. lalu klik OK

#5. Oke. Reboot komputer kalian dan selesai.



Jika sobat sering mengalami error pada Arduino IDE alangkah baiknya melakukkan full unistall. Lalu, full unistall melalui control panel apakah sudah cukup? Jawabnya tentu saja belum. Kalian perlu menghapus beberapa direktori tempat file lib dan board arduino ide tersimpan.

Selain mendelete pada control panel, perlu dilakukkan delete pada direktori berikut:

On Mac OS X:
/Users/(username)/Library/Arduino15

On Windows:
Arduino IDE 1.6.5r5 and previous:
C:\Users\(username)\AppData\Roaming\Arduino15
Arduino IDE 1.6.6 and later:
C:\Users\(username)\AppData\Local\Arduino15

On Linux:
/home/(username)/.arduino15    (a.k.a. ~/.arduino15)


dengan demikian secara keseluruhan, arduino ide sudah benar2 teruninstall. Anda dapat menginstallnya kembali dan benar2 fress.

Terkadang kita jengkel terhadap ulah virus atau teman kita yang mencoba hidden file atau folder. Sebenarnya filehidden sangat mudah dikembalikan kalo kita scan di smadav. Tapi itu berlaku jika hidden folder yang terdapat pada flashdisk. Lalu bagaimana jika terdapat pada partisi atau hdd external Anda? misalnya anda hendak mengotak atik sistem, tentu butuh jalan pintas yang mudah untuk membuka file hidden tersebut. Nah, berikut adalah caranya..
Untuk windows 10 dapat ikuti langkah berikut, windows yang lainnya menyesuaikan..

#1 - Pada Explorer. klik "File", Lalu "Options"
     


#2 -  Pada setting "Folder Options" Klik tap View
      

#3 - Sesuaikan Hidden Files and Folder menjadi sesuai gambar berikut, kemudian klik Apply dan OK.
     



Oke kini Anda dapat melihat file hidden, Contohnya pada C:/ terdapat folder yang iconnya samar-samar. ProgramData misalnya, itu trermasuk folder terhidden yang kini terlihat
Mungkin beberapa sobat disini mengalami kasus serupa, sedikit saya bercerita kasus ini bermula ketika saya hendak membuat bootable ke flashdisk tersebut. Flashdisk itu baru saya beli dan saya khususkan memang buat bootable karna kecepatan read and writenya yang sangat luar biasa. Tapi karya sesuatu tiba-tiba muncul pesan "Cannot Write bla bla bla...."
pada software bootable creator. Pikir saya, ah ntar diformat juga sembuh. ternyata TIDAK, wkwk... dan muncul beberapa pesan:





dan terakhir ketika akan diformat lewat explorer muncul pesan tidak mau diformat dan disarankan untuk restart PC.. itu semua nihil hasilnya...

Setelah mencari literatur kesana-kemari, ternyata permasalahan tersebut bukan masalah pada hardware, hanya permasalahan secara software saja yang intinya dapat disembuhkan. Salahsatu solusinya yang saya coba dan berhasil adalah menggunakan LINUX dengan apps GPARTED.

#1- Install Apps Gparted
      Dengan menggunakan Terminal::
sudo apt update
sudo apt install gparted
sudo dpkg -l gparted                             
      Dengan menggunakan Apps Store:
       1) Buka apps store
       2) Search "Gparted"
       3) Install "GParted"

#2-Colokkan Flashdisk target Anda ke PC 

#3- Buka Apps Gparted
      Dengan menggunakan terminal:
      sudo gparted      
     Atau dengan menggunakan UI, langsung search "Gparted dan Open"

#4- Select disk SDA yang menunjukkan flashdisk Anda

#5- Create Partition Table - msdos

#6- New Partition - NTFS

#7- Eject dan coba flashdisk untuk transfer data

#8- Jika lebih bagus silahkan langsung dicoba ke windows dan diformat lagi di windows.

Nama label mungkin terlihat sepele, tapi ini penting jika Anda memiliki banyak Partisi/Disk Volume. Ya kali, kalian ngapal Disk Letter ( D: atau E:) satu persatu, hmmm... kalo HDD External kendalanya disk letter bisa berubah-berubah lho ya... Dan bisa sobat bayangin kalo gak da nama disknya tentu management file akan jadi lebih lama. Langsung saja berikut solusinya,

Sebelum menuju langkah-langkah yang akan sobat lakukkan, penyebab tidak munculnya nama volume label adalah karna keberadaan autorun.inf. Jadi pada dasarnya tutorial ini akan menyingkirkan autorun.inf. file tersebut terhidden sob jadi kalian harus mengubah settingan default explorer kalian untuk merubahnya. Tapi tips trik dibawah ini pake cara menggunakan CMD (Run As Administrator) biar lebih seru, oke simak baik-baik :

#1 - Buka CMD(Admin) dulu ya:), klik kanan logo windows (kiri bawah) dan klik Command Promt (Administrator).


#2 - Secara bertahap ketahui Disk Letter yang akan kalian perbaiki... Apakah itu D: atau E: atau H: atau I:?? Kalo ditutorial ini kebetulan disk tujuan yang akan kita perbaiki adalah I:
Maka secara berurutan ketikkan dalam cmd sbb:

I:
attrib -r -h -s autorun.inf
ren autorun.inf inidia.inf



3# - Secara proses jika berhasil di explorer partisi tersebut akan muncul folder inidia.inf. Itu mudahnya di delete aja.



4# - Kini sobat tinggal rename partisi seperti biasa, kemudian eject (jika hdd external) atau restart komputer kalian dan HDD sudah te-rename