Nama label mungkin terlihat sepele, tapi ini penting jika Anda memiliki banyak Partisi/Disk Volume. Ya kali, kalian ngapal Disk Letter ( D: atau E:) satu persatu, hmmm... kalo HDD External kendalanya disk letter bisa berubah-berubah lho ya... Dan bisa sobat bayangin kalo gak da nama disknya tentu management file akan jadi lebih lama. Langsung saja berikut solusinya,

Sebelum menuju langkah-langkah yang akan sobat lakukkan, penyebab tidak munculnya nama volume label adalah karna keberadaan autorun.inf. Jadi pada dasarnya tutorial ini akan menyingkirkan autorun.inf. file tersebut terhidden sob jadi kalian harus mengubah settingan default explorer kalian untuk merubahnya. Tapi tips trik dibawah ini pake cara menggunakan CMD (Run As Administrator) biar lebih seru, oke simak baik-baik :

#1 - Buka CMD(Admin) dulu ya:), klik kanan logo windows (kiri bawah) dan klik Command Promt (Administrator).


#2 - Secara bertahap ketahui Disk Letter yang akan kalian perbaiki... Apakah itu D: atau E: atau H: atau I:?? Kalo ditutorial ini kebetulan disk tujuan yang akan kita perbaiki adalah I:
Maka secara berurutan ketikkan dalam cmd sbb:

I:
attrib -r -h -s autorun.inf
ren autorun.inf inidia.inf



3# - Secara proses jika berhasil di explorer partisi tersebut akan muncul folder inidia.inf. Itu mudahnya di delete aja.



4# - Kini sobat tinggal rename partisi seperti biasa, kemudian eject (jika hdd external) atau restart komputer kalian dan HDD sudah te-rename


Untuk menghasilkan sebuah video yang ciamik tentunya diperlukan sebuah software yang mumpuni dan sanggup untuk menghasilkan video yang bagus. Tapi juga, selain software, komputer juga harus tangguh dengan spesifikasi minimum sesuai dengan softare yang digunakan. Dalam dunia editing video tak hanya sebuha graphic card saja yang digunakan, melainkan juga processor, hdd, dan ram. Sedikit kami jabarkan fungsi dari hardware-hardware tersebut diantaranya Prosessor dibutuhkan saat proses rendering final dari sebuah video yang diedit, RAM berfungsi sebagai penyimpanan sementara untuk access cepat dan biasanya memakan RAM yang tinggi saat rendering, HDD tentunya berfungsi untuk menyimpan file video yang akan diedit dan yang perlu diperimbangkan adalah kecepatan read dan write dari hdd tersebut, tentunya hal ini akan berdampak pada cepat dan lambatnya proses impor,  export/rendering final. Dan yang terakhir yaitu Graphic card berfungsi untuk proses saat preview di editingnya.
Setelah mengetahui fungsi hardware dan hubungannya dengan software editing video, kini mari kita beranjak pada software yang biasa digunakan untuk editing.

::1:: Adobe Premier Pro
Software ini merupakan keluaran dari adobe. Bahkan softare ini sangat populer dikalangan profesional sekalipun. Banyak Youtuber seperti DaunNet Film, Bayu Skak, Raditya Dika, Motomobi, Autonetmags hingga stasiun televisi seperi .NET juga menggunakan software ini. Hal tersebut terjadi karena software ini memiliki banyak fitur dan lebih simple dalam penggunaannya. Juga banyak tutorial penggunaan adobe premier pro di Youtube. Namun seperti untuk versi CC 2015 hanya tersedia dalam versi 64bit, tentunya spek RAMnya biar leluasa minimal harus 4GB atau untuk lebih optimal diatasnya.

::2:: Sony Vegas
Tak kalah dari Adobe Premier pro. Produsen kamera, smartphone dan peralatan elektronik ini juga
mengeluarkan software editing video. Hasil editannya juga lumayan ciamik. Software ini juga sering dipakai oleh para Youtuber diantaranya Chandra Liow. Software ini tergolong ringan untuk versi 32bitnya. Dan untuk performance yang gahar dapat pula digunakan di 64bit.

::3:: Pinnacle Studio
Dulu memang software ini juga digunakan untuk editing video untuk kelas entry. Bereda dengan 2 software Premier dan Vegas, Pinnacle dalam hal efek editing belum terlalu advance seperti Vegas dan premier. Dan juga kami coba untuk versi terbarunya malah justru terkesan berat dalam proses rendering.

::4:: MovieMaker
Software ini sangat sederhana dan biasanya bagi ayng masih awam editing video sering gunakan ini. Anak SMA yng ada tugas dan pengen simple bikin video pun nggunain ini. Tapi kayaknya saat ini software ini dah discontinue. Tapi adanya win 10 microsoft merilis produk baru yang lebih kece.


yak, demikian dulu teman-teman tentang postingan kali ini, semoga bermanfaat

Mungkin dari sebagian temen2 pengen kalo kamera ponsel mendekati kualitasnya dengan kamera yang canggih seperti dslr maupun mirror less kan? Tapi itu masih sungguh berbeda bila dalam realitasnya, terkadang kualitas seperi untuk merekam masih kurang natural atau kurang fitur setting gambar lainnya. Tapi tenang sob, selagi sensor kamera kalian itu mendukung masih bisa diakalin pake third party apps... Berikut adalah aplikasi rekomendasi kami

::1:: Open Camera
Aplikasi ini merupakan apps gratis yang dapat diunduh di play store. Kelebihannya kami suka untuk mengambil gambar terutama Video. Terkadang kamera HP itu tenderung EV nya auto yang terlalu extrem sehingga gambar tidak natural, jadi kayak gelap-terang secara cepat sesuai perpindahan objek, kan jadi anehkan ya... Nah kalo pake apps ini bisa di lock temen-temen. EV bisa di lock bahkan fokus pun bisa macem-macem pilihanya dan bisa di lock, cuman ini tidak ada fitur fokus yang bener-bener manual kita yang entuin, meski ada tapi mode maualnya cukup dengan kita touch dan fokus akan menyesuaikan. Selain itu tingkat fps, resolusi rekaman bisa di setting disini secara lengkap. Buat yang penasaran bisa langsung coba kuy,,

::2:: Bacon Camera
Mungkin ini sedikit well dari Open Camera, karna fitur yang menarik disini yaitu manual focusnya. Kami sudah mencobanya dalam Redmi Note 4X yang menggunakan apps bawaan tidak dapat mode manual untuk focus nya tapi dengan ini bisa manual sesuai keinginan kita dalam hal perfokusan.

::3:: Fotoej Camera
Buat yang gak mau ribet, dan simpel maka bisa gunakan aplikasi ini. Tapi ini termasuknya biasa-biasa aja, tapi dibanding bawaan masih lebih natural sedikit. Utuk fitur dan setting dibawah Open Camera dan Bacon Camera.


Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat
Laptop atau Notebook udah gak asing lagi kan? Bahkan setiap mahasiswa, siswa, guru, pegawaipun mengharuskan untuk punya perangkat ini bro.. Lalu milih laptop itu yang jelas juga gak asal milih juga sih, tapi juga gak pake rumus matematis juga untuk menentukannya. Sebenarnya simple hanya ketahui-sesuaikan-pilih itu saja. Kenapa harus demikian? yang jelas agar gak menyesal dikemudian hari, karna ya yang namanya piranti ini harus cocok dengan kita, gak boleh enggak deh pokokknya, So, langsung simak tips berikut ini

::1:: Ketahuilah Aktivitas Komputing Anda!
       Langkah awal, coba kalian list apa aja yang biasanya atau bakalan kalian lakuin di laptop sobat. Misalnya aja nih, kategori ringan : ngetik, presentasi, entry data. Kategori menengah hingga berat : Edit Video, Graphic design, gamer, programmer, developer dll. Itu harus kalian list terlebih dahulu

::2:: Siapkan dan ketahui Budged Anda!
       Nah ini nih, yang terpenting. Kagak ada budged gak bakalan bisa beli kan ya... wkwk. Jadi ini juga bakalan jadi pertimbangan nih, makannya paling tidak tentuin jumlahnya kisaran berapa. Dan nanti bisa buat beli brand A, B atau C. Mau baru atau bekas, dan mengikuti speknya seperti apa.

::3:: Pilih Spesifikasi Gambaran
        Ini bagian yang lumayan krusial. Kenapa? karna melali bagian ini kalian akan dilanda kegalauan, wkwk... yaa kagak juga sih... Soalnya kalian harus bisa menyeimbangkan antara point 1 dan 2. Nah lo,,.. Tapi gak papa, selebihnya bisa Anda pikirkan sambil jalan tapi akan sedikit saya jabarkan tentang spesifikasi utama sob dari sebuah Notebook
a. Portabilitas
    Kalian termasuk tipe apa nih? Sibuk mobilitas tinggi atau hanya misalnya dikantor aja, in perlu adi pertimbangan, mau laptop yang seperti apa, apakah tipis (ultrabook) atau laptop mainstream atau bahkan jika portabilitas tidak jadi hal utama bisa abaikan saja. Btw, memang untuk hardware akan berbeda performance untuk ultrabook dg laptop mainstream atau bahkan gamer, karna untuk ultrabook lebih dipentingkan untuk portabilitasnya. Tapi seiring berjalannya waktu sekarang udah mulai di improve tuh ultrabook, meski tipis tetep gahar.

b. Ukuran Layar
    Kembali ke point 1 tentang kebutuhan, sesuaikan saja aktivitas kamu dengan ukuran layar yang paling nyaman lah ya... Dan perlu diperhatikan ukuran layar dengan resolusinya, ada layar yang gede tapi resolusinya kecil, ada pula yang layar kecil resolusinya besar. Bedanya adalah kepadatan dari tampilan disetiap satuan ukurannya. Semakin besar resolusi maka akan semakin detail dan bisa menampilkan gambar secara detail dalam satuan ukuran panjangnya. Gampangnya tulisan kecil akan terbaca jelas di layar resolusi besar. Sedangkan ukuran layar adalah ukuran fisik dari layar itu sendiri. Lalu kalo yang bagus gimana? yang bagus adalah layar ya besar, resolusi juga besar. Misal layar 15inch resolusi FULL HD. atau bisa juga layar 13,3 resolusi udah full HD.

c. Prosessor
    Prosessor sekalilagi ini memegang penaran penting lho ya, jangan diremehkan dan jangan sampai salah pilih, sesuaikan kebutuhan ajaa. Misalnya kalo cman ngetik, bisa aja pilih Intel Celeron Inside atau sejenisnya. Kalo presentasi? bisa aja celeron atau pengen cepet dikit i3 misalnya buat yang suka presentasi kelas berat (banyak video inserted). Kalo sukanya Edit Video? Pilih yang high end sekalian i5 atau i7 bahkan i9(baru launching ini) juga bagus wkwk. karna, Proci itu dibutuhin waktu kita rendering video gaes. kadang orang salah kaprah kalo Edit Video cman pake VGA tapi yang utama ntar pada prosess render akhirnya bakalan pke CPU. VGA dipake saat live preview ketika editing. Kemudian kalo sukanya Gambar grafis, nah ini baru kalian pilih prosessor bisa yang menengah seperti i3 atau i5 kemudian dikombinasikan sama VGA yang bagus untuk hal preview.

d. RAM
    Random Access Memory(RAM) ini dibutuhkan untuk yang suka Multitasking atau main banyak program dalam satu waktu. Bagi kelas ringan bisa lebih leluasa minimal 4GB lah, kalau saya sendiri lebih suka gitu, karna kita gak tau kedepannya gimana, meski 2 GB udah lumayan untuk ringan-ringan, tapi bagi yang suka kerja cepet rekomen 4GB buat negtik, presentasi,browsing lebih proper. Kalo untuk kelas Editng Video Grafis lebih leluasa 8Gb keatas, meski 4GB sebenarnya sudah bisa. Kalau biuat gambar Grafis bisa juga sekitar 4-8Gb. Oiya untuk tafsiran ini, berdasarkan pengalaman saja dan artikel ini ditulis pada tahun 2018, dan yang perlu diperhatikan juga OS nya 32bit atau 64bit. Kalo 32 maksimal adalah 4gb sedangkan 64 bisa 2 sampai yang diinginkan (sesuai speksifikasi mainboard)

e. Penyimpanan
    Kemudian ruang penyimpanan nih,, ini juga sesuaiin sesuai dengan kebutuhan sehari-hari mu, kalo suka nyimpen film2 artinya kapasitasnya di gedein, kapasitas HDD mulai 500GB an,, tapi tenang untuk ruang penyimpanan masih bisa di upgrade sewaktu-waktu kok, kalo kayak processor itu kgk bs diupgrade.. hehew,, kemudian ada tipe penyimpanan yang lebih cepet nih gaes, yaitu SSD, kalian bisa pilih itu sebagai alternatif kalo penggen laptopnya cepet buat access apa ajaaa....


f. Integrated Graphic
   Integrated graphic ini penting bagi yang suka olah-olah grafis, kayak video editing, suka corel, photoshop, autocad dsb. kalo yang suka mainan apps itu kami rekomendasikan untuk pilih laptop yang memiliki integrated graphic yang mumpuni sesuai kebutuhan. keyak radeon atau nvidia.

g. Interface/ IO
    Kadang hal ini kurang diperhatikan sih, karna tiap laptop IO nya udah hanya itu2 aja... perlu diketahui untuk laptop model baru kemungkinan bisa ada perubahan So? jangan kaget makanya coba kita teliti untuk port IO nya... Hal tersebut seperti layaknya VGA out, USB, 3,5mm Audio, HDMI, dsb. Laptop yang tipis2 biasanya menggunakan HDMI bukan lagi pake DSUB VGA, jadi jika kalian mau presentasi di proyektor yang pke VGA perlu ditambahkan HDMI to DSUB converter.


::4:: Memilih Laptop
Oke langkah terakhir adalah berada di tanganmu, sesuaikan antara Budged dan Spesikasi idamanmu, lalu pilih juga brand laptop yang memiliki durability tinggi kemudian baru pilih 'price to performance' jangan kebalik ntar dapetnya yang gampang rusak wkwk.


Oke sob, Demikian pembahasan ini, semoga bermanfaat yaa...






Printer mau gak mau, merupakan kebutuhan utama untuk para mahasiswa, guru, pegawai, pengusaha, dll. Tentunya jadi piranti vital yang setiap saat ketika dibutuhkan harus siap digunakan. Namun, kebanyakan pengguna enggan merawat dan memperhatikan piranti ini, alhasil ketika dibutuhkanpun terkadang mengalami kendala sehingga menghambat pekerjaan Anda. Disini kami tidak berbicara masalah brand tertentu tetapi akan kami ulas secara umum, berikut adalah tips nya

::1:: Perhatikan level tinta
        Bila anda menggunakan printer infus, hal ini akan sangat mudah untuk dilakukkan, tapi untuk printer ink jet, biasanya apabila catriage masih original akan ada peringatan untuk segerah isi ulang. Terpenting adalah jangan sampai kehabisan tinta terutama di printer infus, karena akan membuat udara masik dalam selang infus dan menghambat kinerja pada umumnya.

::2:: Untuk printer tinta, pakailah secara rutin
       Perlu diperhatikan sifat dari tinta yakni mudah untuk mengering, oleh sebabnya dianjurkan untuk memakai secara rutin printer tersebut, terutama infus modifan hal tersebut sangat rentan tiba-tiba infus tidak dapat digunakan. Akan lebih baik jika anda membeli printer dengan infus bawaan karena telah secara sedemikian rupa di desain oleh pabrikan untuk model infus, sehingga maintenance ketika terjadi hal serupa  akan mudah dilakukkan, dan juga tidak terikat dipakai rutin secara berturut-turut. Untuk infus modifan minimal pakailan 3x seminggu, paling tida print apa aja 1 lembar saja, guna untuk menjaga kelancaran sistem infus. Kalau untuk printer infus bawaan pabrik, menurut pengalaman kami, dipakai sebulan sekali pun masih aman-aman saja, apabila sedikit kurang bagus tinggal headclean dan masalah teratasi.

::3:: Jangan gunakan tinta abal-abal
       Jika anda pengguna infus pabrikan maka sangat dianjurkan menggunakan tinta asli dari brand tersebut. Hal ini terlihat sepele tetapi sangat berpengaruh besar terhadap kondisi headprint Anda. Sepanjang menggunakan tinta asli maka akan jauh lebih awet dariapada menggunakan tinda non original. Namun, apabila anda menggunakan infus modifan ada baiknya anda gunakan tinta yang sejenis dan menurut beberapa review bagus, jangan gonta-ganti merk tinta, karna akan merusak printhead Anda. Jika tidak menggunakan infus, hanya sebatas catriage saja, ada beberapa opsi, termudah Anda tinggal beri catriage baru atau bahkan Anda bisa isi ulang sendiri dengan kapasitas yang cukup (tidak kurang dan tidak lebih) dari kapasitas daya tampung catriage(biasanya ada dalam kardus pembelian catriage)

::4:: Jangan paksa printer ngeprint berlebihan dalam satu waktu
       Memang terkadang mengharuskan kita print banyak dokumen dalam satu waktu, tetapi hal tersebut sangat tidak dianjurkan karena dapat menurunkan kualitas dan kondisi dari headprint sendiri. Bila mengharuskan print banyak lembar seperti 100 lembar, berilah waktu printer untuk istirahat sejenak. misalnya print secara bertahan 50 jeda beberpa menit dilanjutkan 50 lembar lagi.. lebih banyak jeda akan lebih baik untuk keawetan printer pada masa yang akan datang.

::5:: Dianjurkan jangan letakkan isi stapleas, paperclip diatas printer
      Terkadang kita tidak tau menau atau bahkan lupa, meletakkan hal tersebut diatas printer, apabila terjadi ditakutkan dengan meletakkan hal tersebut, maka akan masuk kedalam printer dan terjepit dalam roller printer tanpa kita sadari, tentunya akan menghambat dan merusak kinerja dari printer tersebut.


Mungkin demikianlah tips ini, semoga bermanfaat~
Access point memegang peranan penting bro dalam dunia wireless networking, karna melalui access point lah data-data tersebut akan dikirimkan kepada para pemakai wifi. So, ntk hal ini harus diperhatikan betul-betuh dan disesaikan dengan kebutuhan dan kondisi pada lokasi temen-temen nih... Saking banyaknya brand yang mengelarkan produk access point kadang bikin bingung. Yang jelas tiap brand menyanding keunggulan masing-masing. Namun, saking banyaknya brand gak mngkin semuannya kami review, tapi bila ada barangnya pasti akan kami review, atau barang kali ada yang mau endorse wkwk... Nah, khusus postingan ini kami akan review sebuah produk TPLINK seri CPE 220 yang merupakan kakaknya CPE210. Kuy, lihat speknya dulu yaa:

-Processor :Qualcomm Atheros 560MHz CPU, MIPS 74Kc
-Memory         :64MB DDR2 RAM, 8MB Flash
-Interface          1 10/100Mbps Shielded Ethernet Port (LAN0,Passive PoE in)
                         1 10/100Mbps Shielded Ethernet Port (LAN1)
                         1 Grounding Terminal
                         1 Reset Button
-Power Supply :Passive Power over Ethernet via LAN0 (+4,5pins; -7,8pins)
-Voltage range: 16-27VDC
-Power Consumption 10.8 Watts Max


-Antenna Type Built-in 12dBi 2x2 Dual-polarized Directional Antenna
-Beam Width: 60° (H-Plane) / 30° (E-Plane)
-Proprietary Protocol TDMA Mode (with Pharos MAXtream enabled)
-Wireless Speeds Up to 300Mbps (40MHz,Dynamic)
                                Up to 144.4Mbps (20MHz,Dynamic)
                                Up to 72.2Mbps (10MHz,Dynamic)
                                Up to 36.1Mbps (5MHz,Dynamic)
-Frequency 2.4~2.483GHz

kurang lebih spek nya sperti itu mas bro, lengkapnya bisa dibuka di web resmi tplink yaaa...
btw, dengan harga sekitar 500rban (tahun 2018) dengan spek sperti itu dah wow banget kan ya... secara singkat, powernya dah 30dbm trus antenanya 2-pol MIMO 12dbi. Secara proci dan ram ya dah mayan ya untk menampung banyak client. Tapi bro, melihat produk2 tplink sebelumnya misalnya 5210g itu lebih bagus kalo dimodif rasa UBI. Hw, bagus tapi kemungkinan tplink belum di Firmwarenya dikala itu. Lalu, apakah ini terulang kembali? Hmm, kalo dah beli dan coba pasti tahu lah yaa..

::1:: Kestabilan?
Kalo mau dikatakan stabil BANGET ya belum... Gak stabil? jawabnya: yaa enggak juga. jadi ini kami simpulkan pada waktu itu kita PTP dengan produk ubiquity NSM2 dengan jarak yaa hanya sekitar 200-400m dengan medan pepohonan lumayan. Hasilnya, memang terkadang terjadi lonjakan ping, habis itu beberapa menit normal lagi, yaa gak terlalu lama sih, ganti channel lumayan untuk beberapa hari, tapi abis itu terjadi lagi. PTP sesama TPLINK CPE220 pun juga kurang lebih sama, malah lebih stabil dengan ketika disanding NSM2. Jadi disini disimpulkan untuk yang versi ini mungkin belum terlalu kuat dengan intefrensi. Semoga aa update kedepan bisa lebih baik. Kemudian, karna saya tak tahan saya coba untuk ganti kedua sisi sama Ubiquity NSM2 alhasil bisa tidur nyenyak,, wkwk.. ya itu lah.. memang benar disini "Ono rego, ono rupo" ada harga ada wujud.. Namun buat bridge, keknya beda dengan UBNT yang harus set mac di kedua sisi, tapi ini cman di sisi client aja udah bisa bridge, macam transparent bridge yang dipancarkan lagi, tapi kami lebih suka kalo yang kek ubnt, kesannya lebih stabil gitu.

::2:: Sinyal?
Sinyal yang ditangkap cukup sensitif lho, sensitif banget malah, antenanya saya acungi jempol, tapi disamping sensitif signal streinght nya kenapa malah lebih terlihat lemah sedikit ya.. kan aneh.. wkwk, contoh bila pke NSM2 diterima -65dbm nah di CPE220 itu diterimanya -70dbm. tapi untuk AP yang terdeteksi ketika di scan itu cukup bisa dikatakan sensitif tadi itu...

::3:: Througput?
Data rate troughput ? hmm bisa dibilang bagus, kalo pas ga kena intefrensi. kalo kena intefrensi yaa gitu deh abis itu rto. tapi lumayan lah ini MIMO daripada 5210g kalo drop lama gak pulih2 tapi ini masih alat masih bisa berusaha untuk memulihkan kembali ketika drop

::4:: Buat kroyokan 1 rt
meski belum dicoba, hasilnya kemungkinan bisa sih, tapi ada drop jika kondisi tertentu misal di tempat intefrensi tinggi. Tapi jika untuk intefrensi rendah dan low budget ini sudah lumayan lah ya..

::5:: Lain-lain
Sedikit angkat bicara ini, keknya mirip-mirip ubnt sih, mulai dari pharOS seperti AirOS milih ubnt, tapi karna ini hal baru mungkin pharOS harus banyak belaar dengan AirOS nihh... Lainnya seperti fitur Maxstream layaknya AirMAX ubnt, itu juga.. Bentuk POE nya pun demikian wehehe, tapi asyiq nya ini tu ada kek tombol resetnya di POE jadi kan asyiq.. gak usah manjat tower buat reset. Yaa sekedar info aja sih. Buat nambah pilihan kalo mau beli AP meski belum berminat untuk membeli yang mahal ini bisa jadi pilihan low budget yang mirip UBNT(Ubiquity).

Yaps, mungkin itu dulu ya untuk postingan kali ini. Semoga bermanfaat dan disini murni pedapat admin dan tidak terafiliasi pada produk tertentu. Makasihh-- 



Sobat teknotd, kali ini admin akan sedikit mengupas perangkat wifi outdoor, fyi perangkat ini
sebenernya milik temen saya, dikala itu saya pinjam untuk sekedar testing sinyal ke calon client baru, namun karna perangkat ini ada sisi "keunikannya" makannya jadi tertarik untuk saya ulas disini, wkwk...

Sebelumnya seperti biasa kita akan preview dulu untuk spesifikasinya. But, somehow, sudah saya cari-cari spek perangkat ini belum kunjung ketemu juga, baik itu di web resminya maupun forum-forum. bagi yang menmukan boleh banget untuk berkontribusi ke kolom komentar yaa... Seri perangkat ini tertulis TD3024 yang katanya sih, keluaran TodaAir. Hal yang membuat saya tertarik yang 'katanya' setelah diganti IC nya dg mod UBI, bisa jadi setara NanoStation beneran? Masak sih? Dari segi harga sendiri TD3024 itu harganya kurang dari separo harga NanoStation M2, dan IC mod Ubi harganya gak sampe 20rb. Kalo performance bener2 sama ya gimana gak WORTH coba wkwk. Yaa begitulaah,..

Spesifikasi TD3024
- Internal Antena : 2x2 MIMO 14dbi
- Processors :
- Ram :
- Port Lan : 2x 100Mbps Full Duplex
- Tx Power :
- POE : 24v 0.5A

Spesifikasi NSM2 (versi xw)
- Internal Antena : 2x2 MIMO 11dbi
- Processors : Atheros
- Memory Int / Ram : 32MB / 8MB
- Port Lan : 2x 100Mbps Full Duplex [POE Passthrough]
- Tx Power : 28 dbm
- POE : 24v 0.5A


Pada pengujian ini kami akan menangkap sinyal yang dipancarkan oleh AP pusat. Overall, saya kagum dengan sinyal yang dapat ditangkap oleh TD3024. Sinyal cukup baik dengan kondisi medan yang sangat lebat, masih bisa ditembus dengan troughput lumayan lah, tapi masalah stabilitas saya agak kurang begitu setuju, perangkat ini atau mungkin faktor alam di daerah saya, kurang begitu tau, namun dai ujicoba ini didapat bahwa ccq mudah untuk drop hingga 50% an, alhasil mudah untuk RTO. Sekali lagi ini hanya pendapat opini saya pribadi, dan bisa jadi beda tempat akan berbeda. Berikut akan kita bandingkan dengan NSM2:

::1:: Sinyal?
 Awalnya saya mengira sinyal akan tidak jauh berbeda antara NSM2 dengan TD3024, ternyata benar adanya, meski sinyal lebih bagus NSM2 namun tidak jauh perbedaannya, hanya sekitar 3-5 dbm saja. dengan catatan pada test ini tidak ada perubahan pada AP pusat yaa...

::2:: Sensitivitas?
Memang ada harga ada kualitas, kali ini dalam hal sensitivitas, lebih unggul jauh NSM2. Kurang tau apa penyebabnya yang jelas banyak pengaruhnya karna manufaktur dari penrangkat itu sendiri. Saat kita mencoba site survey NSM2 jauh lebih banyak menemukan Access Point daripada TD3024. Padahal jika secara spesifikasi TD3024 lebih tinggi gain antenanya, namun realita berkata lain.

::3:: Stabilitas
Setelah kita uji masing-masing selama 24jam, ternyata NSM2 cenderung mempertahankan koneksinya dan ccq pada kondisi sekitar 90% dan ping bisa dikatakan lebih baik katimbang TD3024 ccq 50-60%an. Mungkin bisa jadi TD3024 tidak tahan terhadap Interferensi daerah setempat dan kondisi medan yang terlalu banyak pohon.

::4:: Troughput
Selama masa uji, jika pada kondisi CCQ yang bagus, kedua perangkat memiliki troughput hampir sama meski lagi-lagi NSM2 lebih tinggi sedikit.

::5:: Web UI?
nah, karna web UI TD3024 merupakan mod ubinsm2 ya jadinya sama persis, cuman di TD3024 gak ada logo "Genuine Ubiquity Product". sarannya jangan dikasih akses inet ke AP Td3024 katanya dulu kayak TPLINK rasa ubi ada yang keblokir akibat hal serupa.. wkwk..

Nah itu dia sedikit review. ada beberapa hal yang tidak sempat kami uji karna keterbatasan waktu yakni POE passthrough dari kedua alat. jika secara spesifikasi NSM2 bisa dilakukkan POE passthrough, namun untuk TD3024 kurang begitu adanya kejelasan dispesifikasinya.. Fyi, TD3024 ini teman saya dapatkan dari lapak dibukalapak, dan barang ini sangat sulit didapatkan dipasaran. But, untuk secara keseluruhan, lumayan sih, rekomen aja klo untuk jarak2 deket ataupun bener2 LOS alat ini (TD3024) bisa lebih maksimal, which is kita coba dengan jarak dekat juga dan LOS ternyata TD3024 bener2 menyamai NSM2 guys... mayan lah untuk harga segituu....

Demikian review ini semoga bermanfaat...